Kamis, 22 Maret 2012

Nefron Ginjal

Nefron Ginjal, nefron


Nefron Ginjal adalah unit terkecil pada ginjal yang mempunyai struktur dan fungsi sebagai penyaring darah yang terletak pada lapisa terluar (korteks) ginjal.
Nefron terdiri atas tubulus (saluran-saluran, terdiri atas tubulus kontortus proksimal dan distal serta tubulus kolektifitus) dan buluh malpighi yang terdiri atas glomelorus (yang tersusun atas banyak pembuluh darah) dan kapsula bowman

Cara kerja nefron :

1. filtrasi
filtrasi dimulai dengan masuknya darah ke glomelorus dan disaring oleh sel endotelium, lalu disaring oleh sel podosit dalam kapsula bowman, jadilah urin primer.

2. Rearbsorsi
Urin primer masuk ke tubulus proksimal untuk mengalami rearbsorsi, yaitu menyerap kembali zat-zat yang maih bermanfaat sehingga menghasilkan urin sekunder.

3. Augmentasi
Proses augmentasi adalah penambahan cairan ke unrin sekunder yang terjadi di tubulus distal lalu menuju tubulus kolektus,
Selesailah tugas nefron, Urin tadi akan ditampung dalam kandung kemih untuk segera diekskresikan ke luar tubuh.

Kista Ginjal

Kista Ginjal, penyakit kista ginjal


Penyakit Kista ginjal adalah kista yang terdapat di ginjal. Kista ini biasanya berkaitan dengan penyakit lainnya yang bisa mengganggu fungsi ginjal. Namun secara umum kista ginjal tidak berkembang menjadi kanker. Seseorang bisa memiliki lebih dari satu kista ginjal. Jadi, jangan berpikiran kista hanya mungkin terjadi di rahim. Kista ginjal yang tidak menimbulkan gejala atau masalah apapun biasanya tidak memerlukan perawatan.

Gejala dan tanda kista ginjal
kista ginjal biasanya tidak menimbulkan tanda atau gejala. Jika kista ginjal sederhana tumbuh cukup besar maka gejala kista ginjal bisa meliputi :
1. Sakit di punggung
2. Demam
3. Sakit perut atas


Faktor resiko terjadinya kista ginjal
Kista ginjal sangat beresiko pada usia lanjut, semakin tua semakin beresiko menderita kista ginjal.

Diagnosa kista ginjal
Untuk mendiagnosa kista ginjal diperlukan pemeriksaan yang meliputi :
1. Tes pencitraan. Yang termasuk tes pencitraan meliputi ultrasound (USG), computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI), sering digunakan untuk diagnosa kista ginjal. Tes pencitraan dapat membantu dokter untuk menentukan apakah massa ginjal termasuk kista atau tumor.
2. Tes darah untuk membuktikan apakah kista ginjal telah mengganggu fungsi ginjal.

Pengobatan kista ginjal
Obat dan terapi kista ginjal tergantung dari gejala dan tanda – tanda yang ditimbulkan akibat kista ginjal tersebut. Jika kista ginjal tidak menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal maka tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya dokter akan menyarankan menjalani tes pencitraan seperti USG secara periodic untuk melihat apakah kista ginjal membesar. Jika perubahan kista ginjal menyebabkan tanda – tanda dan gejala, maka penderita dapat memilih pengobatan saat itu. Kadang – kadang kista ginjal sederhana dapat menghilang dengan sendirinya.
Pengobatan kista ginjal yang menyebabkan tanda dan gejala
Jika kista ginjal sederhana menyebabkan tanda dan gejala, dokter akan merekomendasikan pengobatan.

Pilihan pengobatan termasuk :
  • Menusuk kista dan mengisinya dengan alkohol . Untuk mengecilkan kista, dokter memasukkan jarum , panjang dan tipis melalui kulit hingga menembus dinding kista ginjal. Kemudian cairan dikeringkan (dihisap) dari kista. Selanjutnya, kista ini diisi dengan solusi alkohol untuk mencegah pembentukan kista baru (reformasi). kista mungkin kembali, sehingga prosedur ini disiapkan untuk kondisi ini.
  • Pembedahan untuk mengangkat kista. Sebuah kista besar mungkin memerlukan pembedahan untuk mengeringkan dan mengangkatnya. Untuk mengcapai kista, ahli bedah membuat sayatan kecil di kulit dan memasukkan peralatan khusus disertai kamera video kecil. Sambil menonton video di ruang operasi, ahli bedah dengan menggunakan alat yang telah dimasukkan akan mengalirkan cairan dari kista kemudian dinding kista dipotong atau dibakar.

USG Ginjal

USG Ginjal, pengertian usg ginjal


Pengertian USG Ginjal adalah tes non-invasif menggunakan transduser yang memproduksi gelombang suara yang memantul dari ginjal dan mentransmisikan gambar organ pada layar video. Tes ini digunakan untuk menentukan ukuran dan bentuk ginjal, dan untuk mendeteksi massa, batu ginjal, kista, atau obstruksi dan kelainan lainnya.

Istilah yang mungkin terkait dengan USG Ginjal :
  • Kista Ginjal
  • Penyakit Ginjal Polikistik
  • Angiografi Ginjal
  • Batu Ginjal
  • Gagal Ginjal Kronis

Senin, 19 Maret 2012

Gejala Ginjal Bermasalah

gejala ginjal bermasalah, ginjal, penyakit ginjal


Gejala penyakit ginjal/Gejala Ginjal Bermasalah untuk tiap orang berbeda dan tidak spesifik, bisa hanya terasa seperti panas di daerah pinggang, nyeri pinggang atau susah kencing, bahkan banyak yang tanpa gejala sama sekali. Cara mengetahui yang akurat sebetulnya mudah : periksa darah (ureum & kreatinin) dan air kencing (urine rutin) di laboratorium. Hasil lab bisa mengindikasikan seberapa baik/buruk fungsi ginjal kita. Banyak minum air putih, beraktivitas (olahraga), tidak duduk terlalu lama bisa menolong untuk menghindarkan gangguan ginjal. Bila diketahui penyakit ginjal masih dalam tahap awal/dini, pengobatannya masih relatif mudah. Hati2 dengan konsumsi obat2an sembarangan atau jamu, karena mungkin obat2an itu akan memperberat kerja ginjal. Jadi sebaiknya obat apapun yang akan dikonsumsi (terutama bagi orang dengan penyakit ginjal) sebaiknya dikonsultasikan ke dokter

Berikut ini merupakan tanda-tanda awal dari penyakit saluran kemih dan ginjal. Yang perlu diperhatikan adalah enam tanda awal, yaitu:

1. sakit pinggang
2. sakit atau susah kalau kencing
3. kencing bercampur darah /nanah
4. sering kencing, terutama diwaktu malam hari
5. bengkak dikelopak mata, tangan atau kaki (terutama pada anak)
6. tekanan darah tinggi

Sakit pinggang dapat berasal dari ginjal atau saluran kemih atas. Intensitas dan macamnya berbeda tergantung dari sebabnya; misalnya kalau terdapat batu diginjal mungkin hanya dirasakan "tidak enak" atau "rasa kemeng" dipinggang. Perlu diperhatikan bahwa kalau keluhan tersebut dirasakan selalu disatu sisi, kemungkinan ada kelainan diginjal besar sekali; sakit kedua pinggang, apalagi kalau makin sakit kalau tubuh dibungkukkan, kebanyakan sebabnya bukan dari ginjal, tetapi dari otot atau tulang belakang.
Sakit yang paling menyebabkan penderitaan adalah kolik ginjal/ureter; sifatnya adalah berkala diselingi fase tanpa sakit. Kalau datang serangan penderita sangat kesakitan yang dapat disertai mual dan tumpah, misalnya paling sering terjadi kalau ada batu kecil disaluran kemih (ureter).
Kelainan dikandung kemih akan menyebabkan rasa tidak enak didaerah perut tengah bawah (suprapubik). Disamping itu dapat juga terjadi penderita sulit kencing atau kalau kencing menetes atau segera ingin kencing lagi.

Sering kencing, terutama diwaktu malam, dapat merupakan tanda awal dari sakit ginjal. Atau sering minum di waktu malam hari. Disarankan untuk minum sebanyak 2L/harinya mulai bangun tidur sampai makan malam, sesudah itu jangan minum lagi.
Pada umumnya wanita kencing rata-rata 3x atau 4x dan pria sekitar 5x atau 6x tiap harinya. Bangun tidur tiap malam untuk kencing 2-3x adalah tidak normal, kecuali kalau minumnya berlebihan atau setiap habis kencing minum lagi (yang merupakan kebiasaan pada beberapa orang). Sering kencing akan terjadi bila volume kandung kemih berkurang misalnya karena infeksi, tumor atau tertekan pada wanita hamil. Pada orang sehat dapat timbul dalam keadaan "stress" karena ketakutan atau rasa jemu. Yang perlu diperhatikan juga adalah jumlah air kemih selama 24 jam; kalau melebihi 3 liter/24 jam merupakan tanda ada sesuatu yang tidak normal.
Kencing darah hampir pasti menunjukkan adanya perdarahan di ginjal atau sepanjang saluran kemih. Tergantung dari banyak perdarahan yang terjadi, darah dalam urin dapat dilihat langsung (disebut "gross hematuria") kalau jumlahnya banyak, dan kalau jumlahnya sedikit baru dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskop.
Asal perdarahan dapat dari ginjal (kalau dimisalkan sungai dari hulunya), sepanjang saluran kemih (sepanjang aliran sungai) atau dari ujung saluran (muara sungai) dan adalah tugas dokter untuk menentukan asal dan sebab perdarahan tersebut.
Bengkak disekitar kelopak dua mata merupakan tanda khusus sakit ginjal, terutama pada anak-anak; begitu pula bengkak dikedua tangan atau kaki dapat merupakan tanda awal sakit ginjal.
Tanda awal sakit ginjal terakhir yaitu tekanan darah tinggi merupakan problematik tersendiri oleh karena belum ada kesatuan pendapat tentang peranan ginjal dalam patogenesis dari hipertensi pada umumnya; peranan ginjal yang nyata adalah pada apa yang disebut "hipertensi renal".
Dari keenam tanda awal sakit ginjal tersebut, keluhan tentang kelainan kencing merupakan petunjuk utama buat dokter untuk mencurigai kemungkinan sakit ginjal/saluran kemih. Tambahan pemeriksaan air kemih secara laboratorik sangat membantu dokter untuk membuat diagnosis penyakit penderita.

Sabtu, 17 Maret 2012

Diet Untuk Penderita Ginjal Kronik

Diet Untuk Penderita Ginjal Kronik, diet ginjal

pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal yang cukup nyata dan berlangsung lama. Pelaksanaan diet diperlukan untuk mencukupi asupan makanan dengan gizi seimbang tanpa memperberat fungsi ginjal, serta mencegah atau meminimalkan laju kerusakan ginjal.

Diet pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik pada dasarnya mencoba memperlambat penurunan fungsi ginjal lebih lanjut dengan cara mengurang beban kerja nephron dan menurunkan kadar ureum darah. Standar diet pada Penyakit Ginjal Kronik Pre Dialisis dengan terapi konservatif adalah sebagai berikut:

1. Syarat Dalam Menyusun Diet

Energi 35 kkal/kg BB, pada geriatri dimana umur > 60 tahun cukup 30 kkal/kg BB, dengan ketentuan dan komposisi sebagai berikut:

- Karbohidrat sebagai sumber tenaga, 50-60 % dari total kalori
- Protein untuk pemeliharaan jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak sebesar 0,6 g/kg BB. Apabila asupan energi tidak tercapai, protein dapat diberikan sampai dengan
0,75 g/kg BB. Protein diberikan lebih rendah dari kebutuhan normal, oleh karena itu diet ini biasa disebut Diet Rendah Protein. Pada waktu yang lalu, anjuran protein bernilai biologi tinggi/hewani hingga ≥ 60 %, akan tetapi pada saat ini anjuran cukup 50 %. Saatini protein hewani dapat dapat disubstitusi dengan protein nabati yang berasal dari olahan kedelai sebagai lauk pauk untuk variasi menu.
- Lemak untuk mencukupi kebutuhan energi diperlukan ± 30 % diutamakan lemak tidak jenuh.
- Kebutuhan cairan disesuaikan dengan jumlah pengeluaran urine sehari ditambah IWL ±
500 ml.
- Garam  disesuaikan  dengan  ada  tidaknya  hipertensi  serta  penumpukan  cairan  dalam tubuh. Pembatasan garam berkisar 2,5-7,6 g/hari setara dengan 1000-3000 mg Na/hari.
- Kalium disesuaikan dengan kondisi ada tidaknya hiperkalemia 40-70 meq/hari
- Fosfor yang dianjurkan ≤ 10 mg/kg BB/hari
- Kalsium 1400-1600 mg/hari

2. Bahan Makanan yang Dianjurkan

- Sumber Karbohidrat: nasi, bihun, mie, makaroni, jagng, roti, kwethiau, kentang, tepung- tepungan, madu, sirup, permen, dan gula.
- Sumber Protein Hewani: telur, susu, daging, ikan, ayam.

Bahan Makanan Pengganti Protein Hewani
Hasil olahan kacang kedele yaitu tempe, tahu, susu kacang kedele, dapat dipakai sebagai pengganti protein hewani untuk pasien yang menyukai sebagai variasi menu atau untuk pasien vegetarian asalkan kebutuhan protein tetap diperhitungkan. Beberapa kebaikan dan kelemahan sumber protein nabati untuk pasien penyakit ginjal kronik akan dibahas.
- Sumber Lemak: minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedele, margarine rendah garam, mentega.

- Sumber Vitamin dan Mineral

Semua sayur dan buah, kecuali jika pasien mengalami hipekalemi perlu menghindari buah dan sayur tinggi kalium dan perlu pengelolaan khusus yaitu dengan cara merendam sayur dan buah dalam air hangat selama 2 jam, setelah itu air rendaman dibuang, sayur/buah dicuci kembali dengan air yang mengalir dan untuk buah dapat dimasak menjadi stup buah/coktail buah.

3. Bahan Makanan yang Dihindari

- Sumber Vitamin dan Mineral

Hindari  sayur  dan  buah  tinggi  kalium  jika  pasien  mengalami  hiperkalemi.  Bahan makanan tinggi kalium diantaranya adalah bayam, gambas, daun singkong, leci, daun pepaya, kelapa muda, pisang, durian, dan nangka.

Hindari/batasi makanan tinggi natrium jika pasien hipertensi, udema dan asites. Bahan makanan tinggi natrium diantaranya adalah garam, vetsin, penyedap rasa/kaldu kering, makanan yang diawetkan, dikalengkan dan diasinkan.

Diet Untuk Penderita Batu Ginjal

Diet Untuk Penderita Batu Ginjal, diet ginjal

Bagi penderita batu ginjal mengatur pola makan merupakan hal yang wajib untuk mengurangi/mencegah terbetuknya kembali batu ginjal
Berikut ini adalah beberapa Tips diet yang disarankan untuk penderita batu ginjal, 


1. Perbanyak minum air putih
Air adalah diet paling penting untuk mencegah batu ginjal, karena komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil. Penderita batu ginjal disarankan untuk buang air kecil sekitar 2,5 liter dalam sehari, sehingga harus minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Jika cuaca panas atau sedang banyak aktivitas, konsumsi air harus diperbanyak supaya lebih sering buang air kecil.

2. Batasi kalsium
Biasanya tubuh tidak akan menyerap kalsium melebihi yang dibutuhkan. Namun pada kondisi tertentu misalnya hipercalciuria, kelebihan kalsium dibuang melalui ginjal dalam bentuk air kencing. Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan kalsium maksimal 800 mg/hari untuk pria dan 1.200 mg/hari untuk wanita.
Kalsium banyak terdapat pada sayuran hijau, susu dan berbagai produk olahan berbahan susu. Kalsium pada susu lebih mudah diserap usus dibandingkan pada sayuran hijau.

3. Batasi oksalat
Bersama kalsium, oksalat (asam yg mengandung satuan COO2) dapat membentuk kristal penyebab batu ginjal. Oleh karena itu, penderita batu ginjal disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari sama sekali makanan yang banyak mengandung oksalat. Di antaranya adalah bayam, strawberry, cokelat, gandum, biji-bijian dan teh.
Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi konsumsi oksalat tidak lebih dari 50 mg/hari.

4. Batasi garam dan protein nabati
Membatasi konsumsi garam natrium dapat mengurangi jumlah kalsium yang dikeluarkan lewat ginjal. Oleh karena itu jika yang terbentuk adalah batu kalsium, maka konsumsi garam natrium sebaiknya dibatasi antara 2.500-3.500 mg/hari.
Sementara protein hewani bisa memicu beberapa jenis mineral di urine untuk membentuk batu ginjal. Karena itu penderita batu ginjal harus menggantikannya dengan protein nabati.

5. Perbanyak serat tidak larut
Ada 2 jenis serat yakni serat yang larut dan serat yang tak larut, masing-masing memiliki fungsi yang sama penting di dalam tubuh. Tetapi dalam hal ini, serat tak larut yang terdapat pada gandum, padi dan terigu bisa mengurangi kadar kalsium dalam urine. Serat tersebut mengikat kalsium ketika berada di usus, sehingga tidak dikeluarkan melalui ginjal.

6. Batasi konsumsi vitamin C
Salah satu hasil metabolisme vitamin C adalah oksalat. Karena oksalat bisa membentuk kristal, maka penderita batu ginjal harus membatasi asupan vitamin C.

Diet Untuk Mencegah Batu Ginjal

Diet Untuk Mencegah Batu Ginjal, diet ginjal

Diet untuk mencegah batu ginjal sebenarnya tidak begitu khusus dan spesial, intinya adalah hanya membatasi mengkonsumsi produk makanan yang mengandung senyawa/zat  kalsium, oksalat, fosfat,. Mengapa begitu?

Karena jika kita menkonsumsi berlebihan makanan yang mengandung senyawa/zat tersebut, akan berpotensi terbentuknya batu ginjal.

Berikut ini adalah diet yang bisa kita lakukan untuk menghindari penyakit batu ginjal :

1. Mengurangi makanan sumber kalsium, oksalat, fosfat, dan urat

Sumber kalsium : susu, ikan teri, produk olahan susu
Sumber oksalat : sayuran hijau, kentang, ubi, anggur, lobak, almond, cokelat, teh
Sumber fosfat : susu, daging
Sumber urat : asparagus, jamur, brokoli, bayam
Mengurangi bukan berarti tidak boleh mengkonsumsinya sama sekali. Seperti yang sudah dijelaskan, semua senyawa ini penting untuk tubuh kita, namun harus sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.

2. Perbanyak minum air putih

Minum air putih sedikit-sedikit namun sering. Hal ini dilakukan untuk menjaga volume urin yang akan dikeluarkan oleh tubuh kita.
Itulah pembahasan mengenai cara untuk mencegah batu ginjal. Tidak ada kata terlambat untuk menjaga kesehatan. Ingat, kesehatan itu mahal harganya.

Jumat, 16 Maret 2012

Filtrasi Pada Ginjal


Di dalam ginjal terjadi rangkaian proses filtrasi , reabsorbsi, dan augmentasi.

1. Penyaringan (filtrasi)
Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman. Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium kapiler yang berpori (podosit) sehingga mempermudah proses penyaringan. Beberapa faktor yang mempermudah proses penyaringan adalah tekanan hidrolik dan permeabilitias yang tinggi pada glomerulus. Selain penyaringan, di glomelurus terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil terlarut dalam plasma, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.

Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya.


2. Penyerapan kembali (Reabsorbsi)
Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal.

Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urin. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali.

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Pada urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari 0,03`, dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder.

Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.

3. Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin.

Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal


Transplantasi ginjal adalah terapi penggantian ginjal yang melibatkan pencangkokan ginjal dari orang hidup atau mati kepada orang yang membutuhkan. Transplantasi ginjal menjadi terapi pilihan untuk sebagian besar pasien dengan gagal ginjal dan penyakit ginjal stadium akhir. Transplantasi ginjal menjadi pilihan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Ginjal transplan biasanya tidak ditempatkan di tempat asli ginjal yang sudah rusak, kebanyakan di fossa iliaka, sehingga diperlukan pasokan darah yang berbeda, seperti arteri renalis yang dihubungkan ke arteri iliaka eksterna dan vena renalis yang dihubungkan ke vena iliaka eksterna.
Terdapat sejumlah komplikasi (penyulit) setelah transplantasi, seperti rejeksi (penolakan), infeksi, sepsis, gangguan proliferasi limfa pasca-transplantasi, ketidakseimbangan elektrolit,

Gambar Bagian Ginjal

Gambar Bagian Ginjal, bagian ginjal


Secara umum, ginjal terdiri dari beberapa bagian:


  • Korteks, yaitu bagian ginjal di mana di dalamnya terdapat/terdiri dari korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distalis.
  • Medula, yang terdiri dari 9-14 pyiramid. Di dalamnya terdiri dari tubulus rektus, lengkung Henle dan tubukus pengumpul (ductus colligent).
  • Columna renalis, yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal
  • Processus renalis, yaitu bagian pyramid/medula yang menonjol ke arah korteks
  • Hilus renalis, yaitu suatu bagian/area di mana pembuluh darah, serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal.
  • Papilla renalis, yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan calix minor.
  • Calix minor, yaitu percabangan dari calix major.
  • Calix major, yaitu percabangan dari pelvis renalis.
  • Pelvis renalis, disebut juga piala ginjal, yaitu bagian yang menghubungkan antara calix major dan ureter.
  • Ureter, yaitu saluran yang membawa urine menuju vesica urinaria.

Mekanisme Kerja Ginjal

mekanisme kerja ginjal
Mekanisme Kerja Ginjal sebagai beirkut:

pertama-tama darah dan zat-zat lainnya di nefron masuk ke bagian Glomerulus dan Kapsula Bowman . Proses Filtrasi ini menghasilkan Urin Primer yang mengandung glukosa,garam-garam, natrium, kalium, asam amino dan protein.

Kedua, darah masuk kedalam Tubulus Kontortus Proksimal. Pada Tubulus Kontortus Proksimal ini darah akan mengalami Reabsorpsi atau penyarapan kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Proses Reabsorpsi ini mengahasilkan Urin Sekunder yang mengandung air, gram-garam,urea, dan pigmen.

Ketiga, darah akan masuk ke dalam Tubulus Kontortus Distal untuk ditambahkan zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. proses ini disebut Augmentasi. Pada proses ketiga ini dihasilkan Urin Normal yang mengandung 95% air, urea, amoniak, asam urat, garam mineral (NaCl), zat warna empedu, dan zat-zat yang berlebih (vitamin,obat,dll)

Urin Normal akan ditampung sementara di Pelvis Ginjal. setelah itu urin akan melewati Ureterdan akan disimpan kembali di Kantung Kemih. setelah kantung kemih penuh, dinding kantung kemih akan tertekan dan menyebabkan rasa ingin buang air kecil. dan urin pun dibuang melaluiUretra.

Cara Mencegah Infeksi Ginjal

Cara

Cara terbaik mencegah infeksi ginjal antara lain:
•    Minum cukup cairan, khususnya air
•    Buang air kecil secara teratur
•    Kosongkan kandung kemih setelah melakukan hubungan
•    Bagi wanita seka bagian kewanitaan dari depan ke belakang secara hati-hati setelah buang air kecil ataupun buang air besar untuk mencegah bakteri dari dubur menyebar ke uretra
•    Cuci dengan benar bagian vagina dan dubur setiap hari
•    Hindari menggunakan produk kewanitaan pada area kelamin karena dapat membuat uretra iritasi

Ciri-Ciri Infeksi Ginjal

Ciri-Ciri Infeksi Ginjal

Tanda dan ciri-ciri infeksi ginjal antara lain:
•    Demam
•    Nyeri punggung, pinggul atau pangkal paha
•    Nyeri pada perut
•    Sering buang air kecil
•    Sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil
•    Nanah atau darah pada urin (hematuria)

Penyebab Infeksi Ginjal

Penyebab Infeksi Ginjal


Infeksi ginjal umumnya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran urin melalui uretra dan melipatgandakan diri. Bakteri dari infeksi bagian tubuh manapun dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju ginjal. Infeksi ginjal tidak umum terjadi dengan cara ini, tetapi dapat terjadi pada beberapa keadaan –sebagai contoh adalah ketika bagian tubuh lain seperti sendi atau katup jantung mengalami infeksi. Infeksi ginjal juga dapat terjadi setelah operasi ginjal meskipun jarang terjadi.


Faktor risiko


Faktor risiko yang dapat meningkatkan infeksi ginjal antara lain:
•    Wanita memiliki risiko besar mengalami infeksi ginjal dari pada laki-laki. Ini dikarenakan wanita memiliki uretra lebih pendek daripada laki-laki sehingga bakteri mudah mencapai ginjal.
•    Penyumbatan pada saluran urin.
•    Sistem imun yang lemah.
•    Kerusakan syaraf disekitar kandung kemih.
•    Penggunaan kateter dalam jangka waktu lama.
•    Kondisi yang menyebabkan urin mengalir ke arah yang salah (mengalir dari kandung kemih kembali ke ureter dan ginjal).

Infeksi Ginjal

Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal (pyelonephritis) adalah jenis infeksi saluran urin spesifik yang umumnya dimulai dari uretra atau kandung kemih dan menjalar ke ginjal.

Infeksi ginjal membutuhkan perhatian medis segera. Jika tidak diobati secara benar, infeksi ginjal dapat merusak ginjal anda secara permanen atau menyebar ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa.

Pengobatan infeksi ginjal biasanya terdiri dari antibiotik dan seringkali membutuhkan rawat inap.

Kamis, 15 Maret 2012

Fungsi Ginjal

Fungsi Ginjal, peran ginjal


Kedua ginjal kita berfungsi untuk menjaga darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Pemahaman mengenai cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga kesehatan.

Ginjal kita adalah organ berbentuk lonjong, masing-masing berukuran serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut terletak dekat pertengahan punggung, pas di bawah kerangka tulang rusuk. Ginjal adalah mesin pendaur ulang yang canggih. Setiap hari, ginjal kita menguraikan kurang lebih 200 liter darah untuk menyaring sekitar dua liter bahan ampas dan air berlebihan. Bahan ampas dan air berlebihan menjadi air seni, yang mengalir ke kandung kemih melalui pembuluh yang disebut ureter. Kandung kemih kita menyimpan air seni sampai kita buang air kecil.

Bahan ampas dalam darah kita berasal dari penguraian jaringan aktif secara normal dan dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh kita memakai makanan untuk tenaga dan memperbaiki diri. Setelah tubuh kita sudah mengambil apa yang dibutuhkan dari makanan, bahan ampas dikirim ke darah. Bila ginjal kita tidak menghilangkannya, bahan ampas ini akan bertumpuk dalam darah dan merusak tubuh kita.

Proses penyaringan terjadi di unsur sangat kecil di dalam ginjal kita yang disebut nefron. Setiap ginjal mengandung kurang lebih sejuta nefron. Dalam nefron, sebuah glomerulus – pembuluh darah yang sangat kecil, atau kapiler – berjalin dengan pembuluh pengumpulan air seni yang sangat kecil, yang disebut tubul. Penggantian kimia yang rumit terjadi, dengan bahan ampas dan air keluar dari darah dan masuk ke sistem air seni.

Pada awal, tubul tersebut menerima gabungan bahan ampas dan bahan kimia yang masih berguna untuk tubuh kita. Ginjal kita membagikan bahan kimia misalnya zat natrium, fosforus dan kalium, dan mengembalikan bahan tersebut ke tubuh. Dengan cara ini, ginjal kita mengatur tingkat bahan kimia tersebut di tubuh kita. Keseimbangan yang tepat dibutuhkan untuk kehidupan, dan apabila berlebihan dapat berdampak buruk.

Selain menghilangkan bahan ampas, ginjal kita mengeluarkan tiga hormon yang penting:
eritropoietin, atau EPO, yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah
renin, yang mengatur tekanan darah
kalsitriol, bentuk aktif vitamin D, yang membantu menahan zat kalsium untuk tulang, dan untuk keseimbangan kimia yang normal dalam tubuh

Fungsi kelenjar anak ginjal

kelenjar anak ginjal,fungsi kelenjar anak ginjal


kelenjar anak ginjal ,  kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal . Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol dan hormon adrenalin.

Secara anatomi, kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh, di sisi anteriosuperior (depan-atas) ginjal. Pada manusia, kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan mendapatkan suplai darah dari arteri adrenalis. Tiap kelenjar berbobot sekitar 4 gram

Fungsi kelenjar anak ginjal

(1) Memproduksi adrenalin
Adrenalin adalah hormon untuk ‘maju atau hart Hormon ini merangsang aksi jantung, membebaskan glukosa, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah pada otot, mengendorkan pengangkutan udara, merangsang pernapasan, dan mempersiapkan tubuh untuk bereaksi. Dalam proses ini, pencernaan dan eksresi akan menurun, serta berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena semua tercurah ke jantung dan otot.

(2) Kerja otot
Otot-otot arteri, alat pencernaan, jantung adalah otot-otot tak sadar (di luar kemauan). Kelenjar adrenal menyekresikan hormon yang mempunyai pengaruh pada otot-otot ini. Misalnya, gerakan peristalsis (gerakan seperti kontraksi usus) dibutuhkan untuk mendorong makanan sepanjang saluran pencernaan. Kelenjar adrenal harus menjaga irama otot dalam saluran pencernaan untuk menghasilkan peristalsis yang normal dan sehat.

(3) Keseimbangan air dan mineral
Adrenal menyekresikan hormon yang akan mengatur keseimbangan air dan mineral yang berefek pada kerja otot.



Gangguan yang dikontrol kelenjar anak ginjal/adrenal yaitu sebagai berikut.

1) Radang
Radang merupakan hasil alamiah dari usaha tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kelenjar adrenal memproduksi bentuk kortison natural yang membantu mengurangi radang. Kebutuhan kortison dapat dilakukan dengan suntikan kortison sintesis. Namun, penggunaan jangka panjang dari kortison sintesis dapat menimbulkan akibat yang serius. Salah satunya adalah akan terhambatnya fungsi alamiah dari kelenjar adrenal itu sendiri.

2) Stres
Kelenjar adrenal membantu tubuh mengatasi stres. Kortison mencegah stres. Hormon kotrikal dan adrenalin adalah elemen utama dalam tubuh yang melawan kelelahan. Kemampuan rendah dari tubuh melawan kelelahan akan menimbulkan stres. Stres di sini didefinisikan sebagai luka, infeksi, ketegangan psikologi, dan sebagainya.

3) Asma
Oleh karena adrenalin mempunyai kemampuan untuk melonggarkan saluran pernapasan maka sering digunakan dalam penanganan penyakit asma.

4) Arthritis
Kortison juga sering digunakan oleh tubuh untuk melawan radang pada tulang (arthritis).

5) Alergi
Reaksi alergi adalah respon tubuh terhadap suatu jenis makanan tertentu, pakaian, atau benda fisik lain. Adrenalin dan kortison adalah dua senjata ampuh bagi tubuh untuk melawan alergi.

6) Tekanan darah rendah
Tekanan darah adalah tenaga jantung dalam memompa darah dari dalam kamarnya. Ini akan dipengaruhi oleh sejumlah adrenalin dan noradrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Adrenalin memungkinkan kontraksi yang berlebihan pada beberapa bagian

Rabu, 14 Maret 2012

Propolis Untuk Ginjal

Manfaat Propolis untuk Ginjal, Menurut Liu CF, periset di National Taipei College of Nursing, antioksidan propolis mampu melindungi ginjal dari kerusakan parah. Khasiat itu dibuktikan Liu secara in vivo pada hewan percobaan. Ia menguji 2 kelompok tikus yang menderita gagal ginjal akut. Satu kelompok diberi propolis; kelompok lain, tanpa propolis. Sejam setelah pemberian propolis, Liu lalu mengamati tingkat kerusakan ginjal tikus. Hasilnya, kerusakan ginjal kelompok yang tidak mengkonsumsi propolis lebih parah ketimbang kelompok yang mendapatkan asupan propolis. Itu ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA) dalam ginjal tikus. Kadar malondialdehid tinggi mengindikasikan terjadinya stres oksidatif yang bisa memicu kerusakan ginjal.

Menurut Prof Dr Mustofa Mkes Apt, periset di Bagian Farmakologi & Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, sifat antioksidan pada propolis lantaran mengandung senyawa flavonoid dan polifenol. Senyawa aktif itu melindungi tubuh dari gempuran radikal bebas penyebab kerusakan sel. Dengan terlindungnya ginjal dari kerusakan parah maka proses regenerasi sel pun bisa lebih mudah berjalan.

Ginjal Hipertensi

Hipertensi pada penyakit ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal kronik,karena  Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadinya penyakit ginjal.

Hipertensi merupakan keadaan di mana tekanan darah berada di atas batas normal, yaitu di atas 120/80. Peningkatan tekanan darah berkepanjangan akan merusak pembuluh darah di sebagian besar tubuh.

Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa darah. Jika pembuluh darah di ginjal rusak, maka kemungkinan aliran darah berhenti membuang limbah dan cairan esktra dari tubuh.
Bila ekstra cairan di dalam pembuluh darah meningkat, maka bisa meningkatkan tekanan darah. "Ini adalah siklus berbahaya,"
.
Naiknya tekanan darah memang bisa menjadi salah satu gejala munculnya penyakit ginjal. Namun, seperti halnya hipertensi, penyakit ginjal kronik (PGK) seringkali tidak bergejala. Orang mungkin menderita PGK tapi tidak menyadarinya.
"Seringkali pasien tidak merasa gejala apa-apa, baru setelah dilakukan pemeriksaan darah dan urin ketahuan sudah gagal ginjal,"

Secara umum penyakit ginjal kronik PGK bisa didefinisikan sebagai ketidaknormalan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerular (LGF) sehingga menimbulkan kerusakan ginjal. Akibat gangguan fungsi ginjal itu pasien bisa mengalami muntah-muntah, bengkak pada kaki, atau pucat.

Faktor risiko
ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik, yaitu diabetes, hipertensi, infeksi pada ginjal. "Penyakit ini juga sangat terkait dengan gaya hidup. Pola makan, stres dan kebiasaan minum jamu yang tidak jelas bisa meningkatkan risik penyakit ini,"

PGK bisa dicegah atau paling tidak dihambat dengan perubahan gaya hidup, pengobatan dan pengendalian faktor risiko. Misalnya dengan pengendalian gula darah dan tekanan darah. "Pada stadium lanjut terapi pengobatan anya ditujukan untuk memperlambat perburukan penyakit,"

 kebanyakan pasien PGK tidak meninggal akibat gagal ginjal, melainkan komplikasi kardiovaskular. "Pada tahap awal, risiko kematian pasien akibat penyakit jantung atau stroke lima kali lebih besar. Karena itu kebanyakan pasien meninggal sebelum mencapai tahap akhir gagal ginjal yaitu yang membutuhkan cuci darah,"

Berbagai penelitian membuktikan mencegah dan pengendalian faktor risiko bisa menurunkan angka kematian dan kesakitan kardiovaskular. "Skrining dan deteksi dini dengan pemeriksaan urin dan tekanan darah sangat efektif mencegah penyakit ini

Selasa, 13 Maret 2012

Abses ginjal

Penyakit Abses ginjal bisa disebabkan oleh bakteri yang berasal dari suatu infeksi yang terbawa ke ginjal melalui aliran darah atau akibat suatu infeksi saluran kemih yang terbawa ke ginjal dan menyebar ke dalam jaringan ginjal.

Abses di permukaan ginjal (abses perinefrik) hampir selalu disebabkan oleh pecahnya suatu abses di dalam ginjal, yang menyebarkan infeksi ke permukaan dan jaringan di sekitarnya.

 Gejala dari abses ginjal adalah:

  •  demam, menggigil 
  •  nyeri di punggung sebelah bawah 
  •  nyeri ketika berkemih 
  • air kemih mengandung darah (kadang-kadang).