Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Kista Ginjal

Kista Ginjal, penyakit kista ginjal


Penyakit Kista ginjal adalah kista yang terdapat di ginjal. Kista ini biasanya berkaitan dengan penyakit lainnya yang bisa mengganggu fungsi ginjal. Namun secara umum kista ginjal tidak berkembang menjadi kanker. Seseorang bisa memiliki lebih dari satu kista ginjal. Jadi, jangan berpikiran kista hanya mungkin terjadi di rahim. Kista ginjal yang tidak menimbulkan gejala atau masalah apapun biasanya tidak memerlukan perawatan.

Gejala dan tanda kista ginjal
kista ginjal biasanya tidak menimbulkan tanda atau gejala. Jika kista ginjal sederhana tumbuh cukup besar maka gejala kista ginjal bisa meliputi :
1. Sakit di punggung
2. Demam
3. Sakit perut atas


Faktor resiko terjadinya kista ginjal
Kista ginjal sangat beresiko pada usia lanjut, semakin tua semakin beresiko menderita kista ginjal.

Diagnosa kista ginjal
Untuk mendiagnosa kista ginjal diperlukan pemeriksaan yang meliputi :
1. Tes pencitraan. Yang termasuk tes pencitraan meliputi ultrasound (USG), computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI), sering digunakan untuk diagnosa kista ginjal. Tes pencitraan dapat membantu dokter untuk menentukan apakah massa ginjal termasuk kista atau tumor.
2. Tes darah untuk membuktikan apakah kista ginjal telah mengganggu fungsi ginjal.

Pengobatan kista ginjal
Obat dan terapi kista ginjal tergantung dari gejala dan tanda – tanda yang ditimbulkan akibat kista ginjal tersebut. Jika kista ginjal tidak menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal maka tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya dokter akan menyarankan menjalani tes pencitraan seperti USG secara periodic untuk melihat apakah kista ginjal membesar. Jika perubahan kista ginjal menyebabkan tanda – tanda dan gejala, maka penderita dapat memilih pengobatan saat itu. Kadang – kadang kista ginjal sederhana dapat menghilang dengan sendirinya.
Pengobatan kista ginjal yang menyebabkan tanda dan gejala
Jika kista ginjal sederhana menyebabkan tanda dan gejala, dokter akan merekomendasikan pengobatan.

Pilihan pengobatan termasuk :
  • Menusuk kista dan mengisinya dengan alkohol . Untuk mengecilkan kista, dokter memasukkan jarum , panjang dan tipis melalui kulit hingga menembus dinding kista ginjal. Kemudian cairan dikeringkan (dihisap) dari kista. Selanjutnya, kista ini diisi dengan solusi alkohol untuk mencegah pembentukan kista baru (reformasi). kista mungkin kembali, sehingga prosedur ini disiapkan untuk kondisi ini.
  • Pembedahan untuk mengangkat kista. Sebuah kista besar mungkin memerlukan pembedahan untuk mengeringkan dan mengangkatnya. Untuk mengcapai kista, ahli bedah membuat sayatan kecil di kulit dan memasukkan peralatan khusus disertai kamera video kecil. Sambil menonton video di ruang operasi, ahli bedah dengan menggunakan alat yang telah dimasukkan akan mengalirkan cairan dari kista kemudian dinding kista dipotong atau dibakar.

Jumat, 16 Maret 2012

Ciri-Ciri Infeksi Ginjal

Ciri-Ciri Infeksi Ginjal

Tanda dan ciri-ciri infeksi ginjal antara lain:
•    Demam
•    Nyeri punggung, pinggul atau pangkal paha
•    Nyeri pada perut
•    Sering buang air kecil
•    Sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil
•    Nanah atau darah pada urin (hematuria)

Infeksi Ginjal

Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal (pyelonephritis) adalah jenis infeksi saluran urin spesifik yang umumnya dimulai dari uretra atau kandung kemih dan menjalar ke ginjal.

Infeksi ginjal membutuhkan perhatian medis segera. Jika tidak diobati secara benar, infeksi ginjal dapat merusak ginjal anda secara permanen atau menyebar ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa.

Pengobatan infeksi ginjal biasanya terdiri dari antibiotik dan seringkali membutuhkan rawat inap.

Rabu, 14 Maret 2012

Ginjal Hipertensi

Hipertensi pada penyakit ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal kronik,karena  Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadinya penyakit ginjal.

Hipertensi merupakan keadaan di mana tekanan darah berada di atas batas normal, yaitu di atas 120/80. Peningkatan tekanan darah berkepanjangan akan merusak pembuluh darah di sebagian besar tubuh.

Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa darah. Jika pembuluh darah di ginjal rusak, maka kemungkinan aliran darah berhenti membuang limbah dan cairan esktra dari tubuh.
Bila ekstra cairan di dalam pembuluh darah meningkat, maka bisa meningkatkan tekanan darah. "Ini adalah siklus berbahaya,"
.
Naiknya tekanan darah memang bisa menjadi salah satu gejala munculnya penyakit ginjal. Namun, seperti halnya hipertensi, penyakit ginjal kronik (PGK) seringkali tidak bergejala. Orang mungkin menderita PGK tapi tidak menyadarinya.
"Seringkali pasien tidak merasa gejala apa-apa, baru setelah dilakukan pemeriksaan darah dan urin ketahuan sudah gagal ginjal,"

Secara umum penyakit ginjal kronik PGK bisa didefinisikan sebagai ketidaknormalan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerular (LGF) sehingga menimbulkan kerusakan ginjal. Akibat gangguan fungsi ginjal itu pasien bisa mengalami muntah-muntah, bengkak pada kaki, atau pucat.

Faktor risiko
ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik, yaitu diabetes, hipertensi, infeksi pada ginjal. "Penyakit ini juga sangat terkait dengan gaya hidup. Pola makan, stres dan kebiasaan minum jamu yang tidak jelas bisa meningkatkan risik penyakit ini,"

PGK bisa dicegah atau paling tidak dihambat dengan perubahan gaya hidup, pengobatan dan pengendalian faktor risiko. Misalnya dengan pengendalian gula darah dan tekanan darah. "Pada stadium lanjut terapi pengobatan anya ditujukan untuk memperlambat perburukan penyakit,"

 kebanyakan pasien PGK tidak meninggal akibat gagal ginjal, melainkan komplikasi kardiovaskular. "Pada tahap awal, risiko kematian pasien akibat penyakit jantung atau stroke lima kali lebih besar. Karena itu kebanyakan pasien meninggal sebelum mencapai tahap akhir gagal ginjal yaitu yang membutuhkan cuci darah,"

Berbagai penelitian membuktikan mencegah dan pengendalian faktor risiko bisa menurunkan angka kematian dan kesakitan kardiovaskular. "Skrining dan deteksi dini dengan pemeriksaan urin dan tekanan darah sangat efektif mencegah penyakit ini

Selasa, 13 Maret 2012

Abses ginjal

Penyakit Abses ginjal bisa disebabkan oleh bakteri yang berasal dari suatu infeksi yang terbawa ke ginjal melalui aliran darah atau akibat suatu infeksi saluran kemih yang terbawa ke ginjal dan menyebar ke dalam jaringan ginjal.

Abses di permukaan ginjal (abses perinefrik) hampir selalu disebabkan oleh pecahnya suatu abses di dalam ginjal, yang menyebarkan infeksi ke permukaan dan jaringan di sekitarnya.

 Gejala dari abses ginjal adalah:

  •  demam, menggigil 
  •  nyeri di punggung sebelah bawah 
  •  nyeri ketika berkemih 
  • air kemih mengandung darah (kadang-kadang).


Senin, 12 Maret 2012

Macam-Macam Penyakit Ginjal

Macam-Macam Penyakit Ginjal dan Gejalanya

Secara garis besar, macam macam penyakit ginjal itu adalah ginjal akut, ginjal kronis dan gagal ginjal. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Ginjal akut

Macam macam penyakit ginjal yang pertama ini dikarenakan ada tiga gejala. Gejala pertama adalah disebut dengan pre renal yaitu muntaber kemudian pendarahan. Kemudian penyebab kedua disebut renal yaitu muka yang sembab, lalu terjadi pembengkaan pada kaki, tekanan darah yang terus meningkat dan rasa nyeri pada bagian pinggang serta warna air kencing (urine) yang kemerahan.

Kemudian, yang terakhir dinamakan post renal yaitu terjadinya penyumbatan pada saluran untuk buang air kecil yang meliputi kencing batu, pembekuan darah, adanya tumor, dan sebagainya. Kemudian gejala atau tanda yang lain adalah rasa nyeri pada pinggang, air kencing yang merah atau tidak bisa kencing dalam jangka waktu yang cukup lama.


2. Ginjal kronik

Penyebab dari macam macam penyakit ginjal yang nomor dua ini adalah karena sebelumnya sudah terkena serangan beberapa penyakit lain, diantaranya adalah Diebetes melitus, hipertensi atau darah tinggi, batu ginjal dan sering mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung racun atau efek samping pada fungsi ginjal.

Gejala yang sering muncul bila sudah terserang penyakit ini adalah muka terlihat sangat sembab (lesu dan tidak bercahaya), darah yang terus naik tekanannya dan tidak mudah mengeluarkan air kencing.


3. Gagal ginjal

Macam macam penyakit ginjal yang terakhir ini muncul karena penanganan dari penyakit ginjal akut serta ginjal kronik yang tidak maksimal atau mengalami keterlambatan. Gejalanya tentu saja merupakan gabungan dari gejala ginjal kronis dan akut.

Cara penyembuhannya bisa melalui dua cara yaitu yang pertama adalah dengan metode konservatif. Penderita gagal ginjal diharuskan melakukan diet atau mengatur pola makannya dengan ketat dan disiplin. Hal ini dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh dari penderita.

Selain itu juga mesti melakukan kontrol yang teratur pada ginjal dan organ lain yang saling berhubungan dan tidak boleh terlambat. Kemudian cara yang kedua adalah terapi ginjal pengganti. Ini dilakukan bila ketika melakukan metode konservatif tidak berhasil atau mengalami kegagalan. Maka jalan satu satunya adalah melakukan metode ini, yaitu pencangkokan ginjal dari orang lain yang mau mendonorkan ginjalnya sendiri.

Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Pada penyakit gagal ginjal kronik, kehilangan fungsi ginjal terjadi secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kerusakanan bisa sedemikian pelan-pelan sehingga tidak menimbulkan gejala sampai stadium akhir, yaitu ketika fungsi ginjal kurang dari 10 persen normalnya. penyakit gagal ginjal kronik  terutama disebabkan oleh diabetes dan tekanan darah tinggi yang kurang terkelola serta glomerulonefritis (radang pembuluh darah ginjal) yang kronis.

Penyebab penyakit gagal ginjal kronik 
Penyebab GGK dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu:
1. Penyebab pre-renal: berupa gangguan aliran darah kearah ginjal sehingga ginjal kekurangan suplai darah --> kurang oksigen dengan akibat lebih lanjut jaringan ginjal mengalami kerusakan, misal: volume darah berkurang karena dehidrasi berat atau kehilangan darah dalam jumlah besar, berkurangnya daya pompa jantung, adanya sumbatan/hambatan aliran darah pada arteri besar yang kearah ginjal, dsb.
2. Penyebab renal: berupa gangguan/kerusakan yang mengenai jaringan ginjal sendiri, misal: kerusakan akibat penyakit diabetes mellitus (diabetic nephropathy), hipertensi (hypertensive nephropathy), penyakit sistem kekebalan tubuh seperti SLE (Systemic Lupus Erythematosus), peradangan, keracunan obat, kista dalam ginjal, berbagai gangguan aliran darah di dalam ginjal yang merusak jaringan ginjal, dll
3. Penyebab post renal: berupa gangguan/hambatan aliran keluar (output) urin sehingga terjadi aliran balik urin kearah ginjal yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, misal: akibat adanya sumbatan atau penyempitan pada  saluran pengeluaran urin antara ginjal sampai ujung saluran kencing, contoh: adanya batu pada ureter sampai urethra, penyempitan akibat saluran tertekuk, penyempitan akibat pembesaran kelenjar prostat, tumor, dsb.
Gejala Gagal Ginjal Kronik
Sehubungan banyaknya tugas (fungsi) yang diemban ginjal yang berpengaruh terhadap organ-organ tubuh lainnya, selain itu CRF mempunyai gradasi dari ringan sampai berat tergantung seberapa besar kerusakan yang dialami ginjal, maka gejala-gejala Gagal Ginjal Kronik bila diuraikan akan cukup banyak dan banyak penyakit/penyebab lain yang juga memiliki gejala serupa.
 
Oleh karena itu bagi masyarakat awam, ada beberapa gejala dan pemeriksaan yang dapat dijadikan pegangan/indikator telah terjadinya penurunan fungsi ginjal yang signifikan (jauh menurun), yaitu:
1. Jumlah urin (air seni) berkurang atau tidak ada urin. Jumlah urin < 500 ml/24 jam atau < 20 ml/KgBB/jam pada orang dewasa dan <1 ml/KgBB/jam pada anak-anak, walaupun jumlah air yang diminum dalam jumlah yang wajar/normal.
2. Pucat/anemia. Penderita terlihat pucat pada muka maupun telapak tangannya, bila diukur Hb < 10 g/dl.
3. Mual, muntah dan tidak nafsu makan.
4. Nafas berat, mudah sesak bila banyak minum atau melakukan kerja berat.
5. Rasa sangat lemah.
6. Sering cegukan/sedakan (hiccup) yang berkepanjangan.
7. Rasa gatal di kulit.
8. Pemeriksaan laboratorium yang penting: Ureum darah sangat tinggi (nilai normal Ureum <40 mg/dl), Kreatinin darah juga tinggi (nilai normal Kreatinin <1,5 mg/dl), Hb sangat rendah (nilai normal Hb 12-15 g/dl pada perempuan dan 13-17,5 g/dl pada laki-laki).

Masih banyak sebenarnya gejala penyakit gagal ginjal kronik  lainnya, tetapi gejala-gejala tersebut di atas adalah yang utama/sering terjadi. Pada gagal ginjal stadium terminal, biasanya gejala-gejala di atas tidak hadir sendiri-sendiri tetapi bersama terdapat dua gejala atau lebih.

Untuk memperoleh pemeriksaan laboratorium tanpa melalui dokter, penderita dapat datang sendiri dan meminta kepada laboratorium atas permintaan sendiri (atau diantar keluarga bila penderita adalah anak-anak atau merasa kurang kuat datang sendiri).

Penyakit Ginjal Pada Ibu Hamil

Penyakit ginjal pada ibu hamil merupakan hal yang menakutkan bagi para calon ibu karena dipercaya bahwa nanti bayi yang sedang di kandung pertumbuhannya kurang baik. dan pasien yang menderita penyakit ginjal disarankan melakukan terminasi atau penghentian kehamilan.
tapi setelah tahun 1975 rasa pesismis itu berubah menjadi optimis karena banyak publikasi studi kasus mengenai penyakit ginjal pada ibu hamil, yang melaporkan bahwa banyak perempuan dengan gangguan ginjal dapat melewati kehamilan tanpa kelainan ynag berarti.

Selain itu, data-data mengenai perempuan hamil dengan transplantasi ginjal sejak tahun 2000 telah memberikan hasil yang menggembirakan. Semua ini memberikan pandangan bahwa sebagian besar perempuan yang mempunyai gangguan fungsi ginjal minimal dapat hamil dengan kemungkinan kehamilannya berhasil mencapai 90%.

yang harus dilakukan untuk mencegahnya?

  • Mintalah untuk memeriksa ginjal Anda. Jika Anda tahu bahwa Anda memiliki masalah ginjal sebelum anda hamil, pastikan bahwa fungsi ginjal anda sering diperiksa.
  • Periksa tekanan darah secara rutin. Tekanan darah memang dapat bervariasi, misalnya saat stres yang anda alami.
  • Katakan kepada dokter jika anda mempunyai riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi saat kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan ginjal, darah, dan masalah sistem saraf. Faktor ini 4 kali lebih besar bila ternyata terdapat riwayat penyakit ginjal pada keluarga.
  • Menjaga kadar gula darah Anda dalam kendali dengan diet dan olahraga jika Anda memiliki diabetes.
  • Jika anda menjalankan transplantasi ginjal,tunggu kurang lebih 2 tahun, untuk hamil kembali. Ini akan memberi Anda kesempatan terbaik untuk sukses tanpa kerusakan ginjal.
  • Hubungi dokter segera jika Anda memiliki gejala-gejala ginjal. Hubungi dokter Anda atau pergi ke ruang darurat, jika Anda:
  1. Berhenti atau berkuranganya buang air kecil
  2. Merasa kesadaran menurun (misalnya, menjadi pusing)
  3. Sakit kepala
  4. Mengalami pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki
  5. Pusing ketika Anda berdiri


Wanita hamil dengan penyakit ginjal harus ditawarkan pra-kehamilan konseling dan penilaian oleh tim multidisiplin (yang mencakup dokter kandungan, dokter ginjal / obstetri dan bidan spesialis).
Untuk wanita dengan fungsi ginjal yang normal atau menurun saat sebelum hamil (kreatinin serum di bawah 125 umol / l), biasanya tidak timbul efek yang merugikan selama jangka panjang, tetapi ada peningkatan risiko komplikasi kehamilan seperti darah tinggi (hipertensi dan pre- eklampsia).
Wanita dengan gangguan ginjal berat lebih mungkin untuk menderita darah tinggi (hipertensi, pre-eklampsia) atau persalinan kurang bulan (prematur), memiliki bayi yang kecil, keguguran atau penurunan fungsi ginjal yang menetap dalam jangka panjang.
Biasanya kehamilan sangat jarang terjadi pada wanita pada stadium akhir gagal ginjal karena kebanyakan wanita tersebut tidak subur. Kesuburan sering kembali dengan cepat setelah transplantasi ginjal berhasil.
Jika perempuan dengan dialisis terjadi kehamilan, biasanya ia mempunyai resiko yang sangat tinggi akan terjadinya keguguran, hipertensi berat, bayi kecil, dan persalinan kurang bulan. Angka kelahiran hidup hanya sekitar 50%. Bila dilakuakn transplantasi ginjal, hasilnya lebih baik
Obat-obatan, terutama antihipertensi, harus ditinjau pada wanita dengan penyakit ginjal yang ingin hamil.
Pada wanita hamil dengan penyakit ginjal, target tekanan darah harus di bawah 140/90 mm ??Hg.
Wanita dengan penyakit ginjal harus diberikan aspirin dosis rendah sebagai profilaksis terhadap pre-eklampsia, dengan pengobatan dimulai dalam trimester pertama.